Sabtu, 22 Desember 2012

Pengaruh Herditas dan Lingkungan Dalam Pembelajaran

BAB II PEMBAHASAN HEREDITAS DAN LINGKUNGAN DALAM PROSES BELAJAR A. Pengertian hereditas dan lingkungan 1. Pengertian hereditas Hereditas dalah pewarisan atau pemindahan biologis, karakteristik individu dari pihak orang tua.[1] Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh.[2] Setiap sel dalam tubuh memiliki herditas identik sebagai akibat dari adanya proses individu dan differensiasi. Hereditas juga merupakan factor pertama yang mempengaruhi perkembangan indvidu. Setiap individu memulai kehidupannya sebagai organism yang bersel tunggal yang bentuknya sangat kecil, garis tengahnya lebih kurang 1/200 inci (1/80 cm). sel ini merupakan perpaduan antara sel telur dengan sel sperma. Di dalam rahim, sel benih yang telah dibuahi teris bertambah besar dengan jalan pembelahan sel menjadi organism yang bersel dua, empat, delapan, dst. Hingga setekah kurang lebih 9 bulan menjadi organism yang sempurna. Dapat diketahui bahwa perkembangan hasil-hasil kebudayaan yang di peroleh dalam suatu generasi tidak dapat di turunkan ke generasi berikutnya secara biologis karena antara sel-sel benih dengan sel-sel somatis nampaknya ada semacam statesqo. Sehingga perubahan-perubahan yang terjadi pada sel – sel somatis tidak mempengaruhi keadaan sel-sel benih Menurut Witherington, proses factor keturunan ini bekerja melalui prinsip-prinsip sabagai berikut :[3] • Prinsip stabilitas Pada prinsip stabilitas, hereditas , itu berproses dengan perantara sel-sel benih, dan tidak melalui sel-sel somatic atau sel-sel badan. Artinya bahwa ciri-ciri yang dipelajari natau diperoleh oleh orang tua , tidak akan ditentukan kapada anak. • Prinsip konformitas Pada prinsip ini menyatakan bahwa jenis menghasilkan jenis atau setiap golongan menurunkan golongannya. Sendiri. Anak termasuk kedalam golongan yang serupa dari golongan orang tuanya. • Prinsip variasi Pada prinsip ini menyatakan bahwa sel-sel benih mengandung determinan- determinan yang banyak jumlahnya , pada waktu penyerbukan ovum saling berkomunikasi dalam cara yang berbeda –beda untuk menghasilkan anak yang saling berbeda . jadi prinsip variasi ini berlaku dalam batas-batas yang ditentukan oleh pola-pola rasial umum. • Prinsip regresi filial Pada prinsip ini menyatakan bahwa pada setiap sifat atau ciri manusia anak memperlihatkan kecenderungan menuju keadaan rata-rata. Artinya , bahwa anak orang tua yang sangat cerdas biasanya condong untuk menjadi anak yang kurang cerdas dari pada orang yang tuanya, dan sebaliknya. • Pengertian lingkungan • Pengertian lingkungan menurut psikologi ialah segala sesuatu yang ada di dalam atau di luar individu yang bersifat mempengaruhi sikap, tingkah laku atau perkembangannya. Lingkungan itu wujudnya dapat berupa benda – benda atau objek-objek alam, orang-orang dan karyanya serta berupa fakta-fakta objektif yang terdapat dalam diri individu, seperti kondisi organ, perubahan –perubahan organ dan lain-lain. • Secara Fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmani di dalam tubuh, seperti gizi, vitamin, ar, system saraf, dan kesehatan jasmani. • Secara Kultural lingkungan mencakup segenap stimulasi, interaksi, dan kondisi dalam hubungan nya dengan perlakuan atau karya orang lain. • B. Pengaruh Hereditas dan lingkungan terhadap pertumbuhan individu • Pengaruh hereditas terhadap pertumbuhan individu Pertumbuhan adalah suatu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian- bagian tubuh atau dari organism e sebagai suatu keseluruhan . pertumbuhan menunjukan pada perubahan kuantitatif , yaitu yang dapat di hitung atau diukur, seperti panjang atau berat tubuh .[4] Keturunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak . warisan (turunan/pembawaan) tersebut antara lain: 1. Bentuk tubuh dan warna kulit Pengaruh turunan terhadap pertumbuhan jasmani anak. Bagaimanapun tingginya teknologi untuk mengubah bentuk dan warna kulit seseorang, namun factor turunan tidak dapat diabaikan begitu saja. Contohnya, bila anak yang berpembawaan rambut keriting, bagaimanapun berusaha untuk meluruskannya akhirnya akan kembali keriting. 1. Sifat – sifat Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu, ayah atau kakek dan nenek, seperti penyabar, pemarah, kikir, dll. 1. Intelegensi Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Misalnya , mengngat, memahami, berbahasa dan sebagainya. 1. Bakat Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang, seperti seni music, matematika, teknik, agama. 1. Penyakit Penyakit yang dibawa sejak lahir akan terus mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.[5] 1. Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan individu Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya. 1. Keluarga Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga berada, umumnya sehat dan cepat pertumbuhan badannya dibandingkan dengan anak dari keluarga miskin. Jadi keluarga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan, terutama ekonomi rumah tangga serta kemamouan orang tua dalam merawat pertumbuhan jasmani anak. 1. Sekolah sekolah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama untuk kecerdasannya. Tnggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya menentukan pola piker serta kepribadian anak. 1. Keadaan alam sekitar Lingkungan mempengaruhi setiap pertumbuhan fisik anak. Seperti, suhu,makanan ,keadaan gizi, aktivitas ,dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Ada 4 macam tingkah laku manusia, yaitu; 1. Insting, yaitu aktivitas yang hanya menuruti kodrat dan tidak melalui belajar. 2. Habits, yaitu kebiasaan yang dihasilkan dari pelatihan yang berulang- ulang. 3. Native behavior, yaitu tingkah laku pembawaan. 4. Acquired behavior, yaitu tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil dari belajar. 1. C. Pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan individu 1. Pengaruh hereditas terhadap perkembangan individu Perkembangan adalah serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi- fungsi jasmani dan rohani yang dimiliki indivdu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pematangan dan belajar. Manusia dilahirkan dengan struktur jasmani seperti system syaraf, kelenjer dan organ. Semua itu menentukan stabilitas amosi serta membedakan kapasitas mental, maka kesehatan mental dan emosi lebih banyak dpengaruhi oleh hereditas. 1. Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan individu Lingkungan perkembangan anak adalah keseluruhan fonomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik atau social yang mempengaruhi perkembangan anak. 1. Keluarga Keluarga memiliki peranan dalam upaya pengembangan pribadi anak perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nlai- nilai kehidupan, baik agama maupun social budaya yang diberikannya merupakan factor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. 1. Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan proses bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu anak agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral-sriritual, intelektual, emosional, maupun social. 1. Kelompok teman sebaya Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosia bagi anak berpengaruh terhadap terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, yaitu: - Perubahan struktur keluarga, dari keluarga besar ke keluarga kecil. - Kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda. - Ekspansi jaringan kumunikasi antara kaula muda. - Panjangnya masa atau penundaan memasuki masyarakat orang dewasa. ________________________________________ [1] Drs. Wasti sumanto .M.pd. psikologi pendidikan .Jakarta(PT.Rineka cipta :2006) hal 82 [2] Drs. H.M.Arifin M.ed. psikologi dan beberapa aspek kehidupan rohaniah manusia.jakarta (PT.Bulan Bintang: 1976)hal 124 [3] Ibid hal 126 [4] Desmita . Psikologi perkembangan .Bandung (PT. Remaja Rosda Karya: 2005) hal 5 [5] Drs. Anwar Bey Hasibuan . psikologi pendidikan . Medan (Pustaka widiaSarana :1994) hal 25 http://assyiddatiy.wordpress.com/2010/12/03/hereditas-dan-lingkungan-dalam-proses-belajar/20-08-2011.10:49 Hereditas Dan Lingkungan Dalam Proses Belajar A. Pengertian hereditas dan lingkungan 1. Pengertian hereditas Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis, karakteristik individu dari pihak orang tua.[1] Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh.[2] Setiap sel dalam tubuh memiliki herditas identik sebagai akibat dari adanya proses individu dan differensiasi. Hereditas juga merupakan factor pertama yang mempengaruhi perkembangan indvidu. Setiap individu memulai kehidupannya sebagai organism yang bersel tunggal yang bentuknya sangat kecil, garis tengahnya lebih kurang 1/200 inci (1/80 cm). sel ini merupakan perpaduan antara sel telur dengan sel sperma. Di dalam rahim, sel benih yang telah dibuahi teris bertambah besar dengan jalan pembelahan sel menjadi organism yang bersel dua, empat, delapan, dst. Hingga setekah kurang lebih 9 bulan menjadi organism yang sempurna. Dapat diketahui bahwa perkembangan hasil-hasil kebudayaan yang di peroleh dalam suatu generasi tidak dapat di turunkan ke generasi berikutnya secara biologis karena antara sel-sel benih dengan sel-sel somatis nampaknya ada semacam statesqo. Sehingga perubahan-perubahan yang terjadi pada sel – sel somatis tidak mempengaruhi keadaan sel-sel benih Menurut Witherington, proses factor keturunan ini bekerja melalui prinsip-prinsip sabagai berikut :[3] a) Prinsip stabilitas Pada prinsip stabilitas, hereditas , itu berproses dengan perantara sel-sel benih, dan tidak melalui sel-sel somatic atau sel-sel badan. Artinya bahwa ciri-ciri yang dipelajari natau diperoleh oleh orang tua , tidak akan ditentukan kapada anak. b) Prinsip konformitas Pada prinsip ini menyatakan bahwa jenis menghasilkan jenis atau setiap golongan menurunkan golongannya. Sendiri. Anak termasuk kedalam golongan yang serupa dari golongan orang tuanya. c) Prinsip variasi Pada prinsip ini menyatakan bahwa sel-sel benih mengandung determinan- determinan yang banyak jumlahnya , pada waktu penyerbukan ovum saling berkomunikasi dalam cara yang berbeda –beda untuk menghasilkan anak yang saling berbeda . jadi prinsip variasi ini berlaku dalam batas-batas yang ditentukan oleh pola-pola rasial umum. d) Prinsip regresi filial Pada prinsip ini menyatakan bahwa pada setiap sifat atau ciri manusia anak memperlihatkan kecenderungan menuju keadaan rata-rata. Artinya , bahwa anak orang tua yang sangat cerdas biasanya condong untuk menjadi anak yang kurang cerdas dari pada orang yang tuanya, dan sebaliknya. 2. Pengertian lingkungan Pengertian lingkungan menurut psikologi ialah segala sesuatu yang ada di dalam atau di luar individu yang bersifat mempengaruhi sikap, tingkah laku atau perkembangannya. Lingkungan itu wujudnya dapat berupa benda – benda atau objek-objek alam, orang-orang dan karyanya serta berupa fakta-fakta objektif yang terdapat dalam diri individu, seperti kondisi organ, perubahan –perubahan organ dan lain-lain. Secara Fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmani di dalam tubuh, seperti gizi, vitamin, ar, system saraf, dan kesehatan jasmani. Secara Kultural lingkungan mencakup segenap stimulasi, interaksi, dan kondisi dalam hubungan nya dengan perlakuan atau karya orang lain. B. Pengaruh Hereditas dan lingkungan terhadap pertumbuhan individu 1. Pengaruh hereditas terhadap pertumbuhan individu Pertumbuhan adalah suatu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian- bagian tubuh atau dari organism e sebagai suatu keseluruhan . pertumbuhan menunjukan pada perubahan kuantitatif , yaitu yang dapat di hitung atau diukur, seperti panjang atau berat tubuh .[4] Keturunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak . warisan (turunan/pembawaan) tersebut antara lain: a. Bentuk tubuh dan warna kulit Pengaruh turunan terhadap pertumbuhan jasmani anak. Bagaimanapun tingginya teknologi untuk mengubah bentuk dan warna kulit seseorang, namun factor turunan tidak dapat diabaikan begitu saja. Contohnya, bila anak yang berpembawaan rambut keriting, bagaimanapun berusaha untuk meluruskannya akhirnya akan kembali keriting. b. Sifat – sifat Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu, ayah atau kakek dan nenek, seperti penyabar, pemarah, kikir, dll. c. Intelegensi Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Misalnya , mengngat, memahami, berbahasa dan sebagainya. d. Bakat Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang, seperti seni music, matematika, teknik, agama. e. Penyakit Penyakit yang dibawa sejak lahir akan terus mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.[5] 2. Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan individu Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya. 1. Keluarga Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga berada, umumnya sehat dan cepat pertumbuhan badannya dibandingkan dengan anak dari keluarga miskin. Jadi keluarga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan, terutama ekonomi rumah tangga serta kemamouan orang tua dalam merawat pertumbuhan jasmani anak. 2. Sekolah sekolah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama untuk kecerdasannya. Tnggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya menentukan pola piker serta kepribadian anak. 3. Keadaan alam sekitar Lingkungan mempengaruhi setiap pertumbuhan fisik anak. Seperti, suhu,makanan ,keadaan gizi, aktivitas ,dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Ada 4 macam tingkah laku manusia, yaitu; 1. Insting, yaitu aktivitas yang hanya menuruti kodrat dan tidak melalui belajar. 2. Habits, yaitu kebiasaan yang dihasilkan dari pelatihan yang berulang- ulang. 3. Native behavior, yaitu tingkah laku pembawaan. 4. Acquired behavior, yaitu tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil dari belajar. C. Pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan individu 1. Pengaruh hereditas terhadap perkembangan individu Perkembangan adalah serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi- fungsi jasmani dan rohani yang dimiliki indivdu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pematangan dan belajar. Manusia dilahirkan dengan struktur jasmani seperti system syaraf, kelenjer dan organ. Semua itu menentukan stabilitas amosi serta membedakan kapasitas mental, maka kesehatan mental dan emosi lebih banyak dpengaruhi oleh hereditas. 2. Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan individu Lingkungan perkembangan anak adalah keseluruhan fonomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik atau social yang mempengaruhi perkembangan anak. 1. Keluarga Keluarga memiliki peranan dalam upaya pengembangan pribadi anak perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nlai- nilai kehidupan, baik agama maupun social budaya yang diberikannya merupakan factor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. 2. Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan proses bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu anak agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral-sriritual, intelektual, emosional, maupun social. 3. Kelompok teman sebaya Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosia bagi anak berpengaruh terhadap terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, yaitu: 1. Perubahan struktur keluarga, dari keluarga besar ke keluarga kecil. 2. Kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda. 3. Ekspansi jaringan kumunikasi antara kaula muda. 4. Panjangnya masa atau penundaan memasuki masyarakat orang dewasa. ________________________________________ [1] Drs. Wasti sumanto .M.pd. psikologi pendidikan .Jakarta(PT.Rineka cipta :2006) hal 82 [2] Drs. H.M.Arifin M.ed. psikologi dan beberapa aspek kehidupan rohaniah manusia.jakarta (PT.Bulan Bintang: 1976)hal 124 [3] Ibid hal 126 [4] Desmita . Psikologi perkembangan .Bandung (PT. Remaja Rosda Karya: 2005) hal 5 [5] Drs. Anwar Bey Hasibuan . psikologi pendidikan . Medan (Pustaka widiaSarana :1994) hal 25

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar